English in Lublin

Selepas Takbiran

jamirmilligan wrote an interesting post today on

Here’s a quick excerpt, but You gotta scroll down and read the whole article at authors page, the link is below.

Menikmati perjalanan dikala malam takbiran memang sangat mengasyikkan.. Meliuk-liukkan kendaraan roda 2 ku menyusuri seputaran pusat kota yang lumayan lenggang di kala menjelang bedug magrib di bulan puasa dengan tujuan daerah menteng yang selalu ramai oleh kehadiran penjaja makanan tenda..
Sate padang, bubur ayam, 2 porsi dimsum menemani makan malam kami di warung tenda.. Tapi sayang, makanan itu masih bersisa dikarenakan perut kami berdua yang tidak dapat menampung semuanya..
Selepas isya, jalanan makin ramai namun tidak seperti dugaan kami, dimana kami membayangkan ruas jalan protokol penuh sesak oleh warga yang bertakbir keliling.. Namun itu semua tidak mengurangi khidmatnya malam tersebut..
Suasana malam (sekitar pukul 02.30) yang begitu indah menemaniku saat aku memasuki pekarangan rumah.. Dan sempat terhenyak di kala kakakku memanggilku untuk datang ke rumahnya yang kebetulan berada tepat di depan rumahku.. Akhirnya ngobrollah kita di teras rumahnya sampa menjelang subuh, obrolan yang semula ringan mendadak berubah menjadi obrolan yang sangat [...]

Read the rest of this superb post right here

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.